April 2018 - ENJOY EVERY MOMENT

Jumat, 27 April 2018

Review Novel "Winter in Tokyo" Karya Ilana Tan
07.390 Comments

Ilana Tan memang tidak pernah mengecewakan para pecinta novel genre romance. Winter In Tokyo merupakan karya ke 3 dari novel 4 musim diantaranya yaitu Summer in Seoul (2006), Autumn In Paris (2007), Winter In Tokyo (2008), Spring In London (2010). 




Sumber: Google


Novel ini dibungkus dengan hangat dan manis dalam keadaan awal musim dingin di Tokyo. Peran utama novel ini adalah Ishida Keiko dan Nishimura Kazuto. Tinggal bersebrangan dalam 1 apartment memicu terjadinya konflik manis dan aktivitas-aktivitas lainnya. Kazuto adalah seorang fotografer asal New York yang pindah ke Tokyo demi menghindari mantan kekasihnya yang akan segera menikah. Kemudian hari-harinya begitu nyaman ketika ia bertemu dengan Keiko, gadis campuran asal Indonesia-Jepang yang unik dan memiliki masa lalu yang kelam. 









Kebersamaan mereka membuat Kazuto menyadari bahwa ia ingin selalu bersama disisi Keiko dan berharap Keiko bisa melihat ke arah Kazuto daripada cinta pertamanya. Saat itu ia rasa akan mengungkapkannya namun saat nya belum tepat, sedangkan Keiko sudah harus pergi ke Kyoto dengan kereta. Malam itu Kazuto berjanji jika Keiko akan pulang, ia akan menjemputnya kembali tepat di stasiun itu. Namun selama Keiko sudah di Kyoto dan pulang kembali ke Tokyo dalam kurun waktu 1 minggu, Keiko kehilangan kabar dari Kazuto. Entah bagaimana Keiko merasa kehilangan dan ingin segera menemukan Kazuto. Tepat pada saat reuni SMP Akira, cinta pertama Keiko. Dia bertemu dengan Kazuto namun dalam keadaan Kazuto tidak mengenal Keiko. Saat itu Keiko sesak dan tidak tau mengapa Kazuto tidak mengenal tetangganya itu. Yang ternyata fakta bahwa Kazuto hilang ingatan karena kecelakaan mobil tepat setelah mengantar Keiko ke stasiun pada hari natal itu lebih menyakitkan. Ditambah lagi dengan kehadiran wanita yang pernah disukai oleh Kazuto, Yuri. 

Kazuto ingin sekali kembali ke apartment yang selama sebulan ia tinggali dengan harapan ingatannya dapat kembali dan juga dengan bantuan Keiko, tetangganya. Apakah hubungan mereka hanya sebatas tetangga? Entah,Kazuto pun tidak mengingat , namun ia merasakan kehadiran keiko sangat berarti untuk Kazuto dan ia merasa sangat nyaman jika hari-harinya dipenuhi oleh Keiko. 


















Reading Time:
Ulasan Film “THE POST (2017)”
07.360 Comments

Orang tua perlu tahu bahwa The Post adalah drama sejarah sutradara Steven Spielberg tentang bagaimana para wartawan, editor, dan penerbit Washington Post memutuskan untuk mengikuti jejak New York Times dan mempublikasikan Pentagon Papers paling rahasia pada tahun 1971.



Ada apa dengan media dan pemerintah dalam film THE POST ?


Sumber: Google
Dibintangi Meryl Streep sebagai penerbit Ksurat kabar bernama Kay Graham dan Tom Hanks yang berperan sebagai Ben Bradlee seorang editor eksekutif. Drama yang relevan dan jelas terhadap hubungan antagonis pemerintah saat ini dengan pers. Film ini mempromosikan kebebasan pers dan kemampuannya untuk mengekspos tipuan politik dan korupsi. Karakter Kay Graham juga menunjukkan betapa sulitnya menjadi bos wanita yang memimpin tanpa menjadi orang yang ditebak atau diremehkan. Tidak ada banyak hal yang meragukan dalam film kecuali beberapa kata-kata umpatan dan adegan pembuka cepat yang terjadi selama Perang Vietnam. Kalian para pembaca bisa menonton ini bersama keluarga dekat dan dapat pula mendiskusikan bagaimana kisah ini berkaitan dengan hari ini dan mengapa kebebasan pers merupakan ciri penting masyarakat Amerika

Sumber: Google
Sutradara Steven Spielberg THE POST mengikuti peristiwa awal 70-an yang mengarah pada publikasi kontroversial dari studi rahasia tentang Perang Vietnam yang dikenal sebagai Pentagon Papers di Washington Post, setelah pertama kali bocor ke New York Times. Ketika reporter berita politik Ben Bagdikian (Bob Odenkirk) menemukan bahwa sumber Daniel Ellsberg (Matthew Rhys) memiliki dokumen bocoran yang sama yang dilaporkan Times, Bagdikian membawa salinan ke editornya, Ben Bradlee (Tom Hanks). Bradlee harus meyakinkan penerbit Kay Graham (Meryl Streep) untuk menerbitkan artikel yang mengungkapkan berapa banyak administrasi yang tahu bahwa keterlibatan Amerika dalam Perang Vietnam sia-sia. Graham mempercayai Bradlee tetapi diperingatkan kembali oleh orang lain agar tidak di terbitkan, karena sangat beresiko di pemerintahan Nixon. 

Meryl Streep dan Tom Hanks sangat bersinar dalam pertahanan pers Spielberg yang tepat waktu dan kebebasannya untuk mengekspos korupsi. Alih-alih berfokus pada Neil Sheehan dan New York Times dari Pentagon Papers, Spielberg mengisahkan bagaimana catatan Washington, dan khususnya penerbit wanita legendarisnya, Kay Graham, berurusan dengan keputusan untuk mempublikasikan dokumen-dokumen rahasia Ellsberg. Kay Graham memikirkan masa depan bisnisnya yang dipertaruhkan jika menerbitkannya tetapi dia mengamati dan mendengarkan penasihatnya dan kemudian membuat keputusan sendiri. Streep sangat luar biasa sebagai "Mrs. Graham," seorang wanita kaya yang didorong ke dalam peran kepemimpinan bisnis keluarganya setelah suaminya tidak bunuh diri. Tapi Kay Graham jauh lebih dari seorang nyonya rumah bertingkat. Dia bijaksana dan cerdas, dan dia dengan berani membela dirinya sendiri di hadapan orang-orang kepercayaan dan merendahkan  pria. 

Sumber: Google
Peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam The Post mungkin terjadi pada awal tahun 1970-an, tetapi tema-tema perempuan yang berkuasa berjuang dengan seksisme, pers yang mengekspos presiden, menutup-nutupi politik dan korupsi bisa jadi diambil dari berita utama yang lebih baru. Kisah The Post ini relevan dengan hubungan saat ini antara politisi dan pers. Seberapa akurat menurut Anda film ini dengan apa yang sebenarnya terjadi? Apakah film itu membuat Anda ingin belajar lebih banyak tentang sejarah Pentagon Papers? 

Film yang disutradarai oleh Steven Spielberg ini dirilis pada 12 Januari 2018 lalu, meski sebelumnya telah dirilis secara terbatas pada 22 Desember 2017 di Amerika Serikat. THE POST juga menjadi nominasi untuk kategori Best Motion Picture. Drama dalam ajang penghargaan perfilman. Menariknya, film ini diangkat berdasarkan kisah nyata tentang surat kabar The Washington Post yang dipimpin oleh Katherine Graham atau dikenal sebagai Kay Graham.

Reading Time:
Keberuntungan di Hari Imlek
05.210 Comments
Imlek menjadi salah satu perayaan besar di Indonesia. Bukan hanya di Jakarta saja perayaan Imlek di luar kota juga tak kalah meriah dan ramai. Jika kita kulik mengenai sejarahnya. Ada beberapa fakta unik yang akan kita bahas kali ini.
Reading Time:

Rabu, 25 April 2018

                                                    Cantik Dan Menantang
10.570 Comments
Sumber: Google













Sukawati merupakan pusat perbelanjaaan seni terbesar di pulau Bali, namun diantara hiruk pikuk keramaian pasar terdapat suatu lembah kecil yang dapat memacu adrenalin namun menangkan hati setiap tamu yang datang. Beji Guwang sebutannya, yang merupakan suatu ngarai tersembunyi yang terbentuk secara alami tanpa sentuhan manusia. Beji guwang berlokasi di 15 km dari kota Gianyar atau sekitar 14 km dari kota Denpasar.

Sumber: Google
Rute tercepat dari kota Denpasar melalui by pass Ida Bagus Mantra sampai di perempatan desa ketewel kemudian belok mengarah ke jalan raya Ketewel kemudian ke jalan Raya Guwang. Sesampai di patung garuda kira-kira lagi 750 meter lagi terdapat Pura Dalem dengan area parkir yang cukup luas dan merupakan tempat parkir kendaraan untuk selanjutnya jalan kaki menuju Hidden Canyon Beji Guwang Sukawati.

Tempat wisata ini cukup sulit ditemui, sehingga tak jarang banyak turis lokal maupun asing memberikan julukan “Hidden Canyon”. Namun, disisi lain ngarai tersembunyi ini memiliki keindahan yang tidak dapat ditemukan dimanapun, sehingga tak sedikit rombongan wisatawan singgah ke tempat ini untuk sekedar mengabadikan tempat wisata ini.

Indahnya Beji Giwang


Sumber: Google
Beji Guwang konon merupakan ngarai terbentuk akibat erosi aliran sungai secara alami. Erosi ini terjadi selama ribuan tahun dan akhirnya membentuk sebuah ngarai pada aliran sungai. Beji sendiri dalam bahasa bali berarti sungai yang dianggap suci. Masyarakat sekitar sungai Guwang sendiri memanfaatkan air sungai ini sebagai kebutuhan air minum dan air suci untuk keperluan upacara di pura-pura sekitar.

Hidden Canyon Beji Guwang Bali menjadi popular setelah foto-foto tempat wisata tersebut diunggah di internet oleh seorang fotografer dari Klungkung. Bermula dari foto tesebut lah keindahan Hidden Canyon Beji Guwang terkuak dan membuat khalayak publik pemburu tempat wisata penasaran akan tempat wisata tersembunyi tersebut.

Tempat ini pun dijadikan sebagai objek wisata setelah banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain itu, tak jarang Beji Guwang juga digunakan sebagai spot foto romantis untuk pra wedding atau potret model.

Beji Guwang merupakan tempat wisata yang baru populer semenjak beberapa bulan lalu, karena tempat wisata ini hanya diketahui oleh penduduk setempat saja karena berada di kawasan suci, seiring berjalannya waktu penduduk lokal setempat memutuskan untuk membuka Ngarai yang indah ini kepada pengunjung luar untuk mengingkatkan pendapatan desa dan masyarakat lokal. Wisatawan dapat menikmati keindahan ngarai ini dengan membayar Rp 15.000 per orang. Tempat wisata ini cukup terawat dan bersih, dimana ditempat wisata ini juga telah menyediakan toilet dan air bersih bagi wisatawan dan sangat bersih jauh dari hamparan sampah yang merusak pemandangan.

Tidak banyak kegiatan yang dapat dilakukan di dalam tempat wisata Beji Guwang Bali. Para wisatawan lokal maupun asing dapat menikmati keindahan alam yang dimiliki ngarai tersembunyi ini, melalui tebing-tebing dan batuan alam yang terbentang kurang lebih sepanjang 700 meter. Beji Guwang dapat pula dijadikan sebagai alternatif olahraga karena untuk menikmati keindahan alam didalamnya wisatawan perlu melalui tebing-tebing dan bebatuan.

Untuk menikmati pemandangan di Beji Guwang sangat diperlukan stamina dan mental yang kuat. Karena untuk menikmati keindahan ngarai tersembunyi ini wisatawan harus masuk kedalam ngarai tersebut. Didalam ngarai indah ini wisatawan dapat menikmati sajian batuan besar indah yang memanjakan refleksi mata. Namun medan yang dilalui sangat lah berbahaya karena sangat curam, dimana jalan yang harus dilalui hanya terdapat di sisi-sisi batuan tebing yang mengapit sungai panjang yang kedalamannya hingga mencapai 5 meter dan tidak memiliki pengamannya, sehingga tak jarang wisatawan dapat terjatuh kedalam sungai ditambah lagi dengan tetesan air dari batuan yang membuat batuan menjadi licin. Jarak yang ditempuh wisatawan cukup panjang dengan medan berbatu dan curam yang dapat ditempuh dengan durasi kurang lebih 1 jam, maka sangat ideal dikunjungi saat pagi hari, namun saat hujan tempat wisata ini ditutup karena dibeberapa rute ngarai ini dapat tertutup dengan dengan air sungai yang meluap, sehingga cukup berbahaya untuk dikunjungi.  Namun tidak perlu dikhawatirkan, masyarakat sendiri menyediakan jasa pemandu yang dapat disewakan dengan harga Rp 75.000 hingga Rp 100.000.

Selain keindahan bebatuan dan tebing-tebing penghapit sungai, tempat wisata ini juga menyajikan sensasi keteduhan pemandangan hutan tropis sebagai atap penutupnya. Namun pada kenyataannya, pemandangan itu bukanlah hutan tropis tetapi sawah para penduduk yang sistem pengairannya juga bergantung pada aliran sungai Beji Guwang. Sistem pengairan sawahnya berputar dari atas ke bawah. Sepanjang perjalanan pemandangan tebing-tebing indah di Beji Guwang wisatawan akan melintasi bebatuan kecil yang membentang sepanjang sungai, sehingga sangat ideal bagi para wisatawan untuk menggunakan alas kaki yang tepat untuk melintasi medan yang variatif.
Setelah melalui kemegahan ngarai Beji Guwang, wisatawan dapat menaiki beberapa anak tangga yang akan melintasi beberapa rumah penduduk. Setelah itu, wisatawan akan disajikan dengan keindahan sawah yang membentang luas diantara jalan setapak yang dapat dilalui pengunjung sebagai jalan untuk kembali ke tempat parkir. Spot ini juga sangat bagus untuk berfoto, selain sawah, pada spot ini wisatawan juga akan menemukan ladang bunga khas bali yang cukup luas namun tidak setiap saat dapat tumbuh. Dalam perjalanan ketempat parkir, wisatawan juga dapat menemukan little zoo yang didalamnya memelihara beberapa hewan kecil dan reptil seperti iguana, ular dan lain sebagainya. Dalam little zoo tersebut wisatawan dapat berfoto dengan hewan-hewan dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp 10.000 per orang. Setelah melintasi little zoo wisatawan akan sampai kembali ke tempat parkir sebagai akhir dari perjalanan wisata di Beji Guwang.

Reading Time:

@fransiskasan