Imlek menjadi salah satu perayaan besar di Indonesia. Bukan hanya di Jakarta saja perayaan Imlek di luar kota juga tak kalah meriah dan ramai. Jika kita kulik mengenai sejarahnya. Ada beberapa fakta unik yang akan kita bahas kali ini.
1. Sudah 3.800 tahun
Sejarahnya, tradisi Perayaan Musim Semi atau Imlek berumur 3.800 tahun di China. Tepatnya pada zaman Dinasty Shang (abad ke-17 SM). Jejaknya pun bisa ditelusuri dari tradisi penyembahan dewa dewi melalui kurban dalam wujud makanan, pakaian dan hasil panen sebagai bentuk syukur.
Namun sejak zaman Pemerintahan Kaisar Wudi saat Dinasti Han (202 SM- 220 M), penetapan Tahun Baru Imlek mulai diluruskan mengikuti kalender China. Dimana dalam prakteknya menjadi rujukan hingga kini.
2. Awalnya perayaan mulai bertani
Awal perayaan Imlek berasal dari masyarakat agraris di China zaman dahulu. Musim semi adalah awal untuk mulai bertani, setelah musim dingin berlalu. Setiap bertemu musim semi, hal itu ditandai sebagai satu putaran tahun.
Di awal musim semi itulah mereka berdoa untuk tahun yang lebih sejahtera dan panen berlimpah. Kemudian ditambah lagi berdoa untuk Dewa Dapur, Dewa Kemakmuran dan seterusnya.
3. Tanggalnya berubah tiap tahun
Dalam prakteknya, masyarakat Tionghoa tetap merayakan awal Tahun Baru sesuai dengan kalender Masehi. Karena merujuk pada Kalender China yang mengikuti pergerakan bulan, jatuhnya Tahun Baru Imlek tidak pernah tetap. Namun umumnya, Tahun Baru Imlek jatuh di hari antara pertengahan Januari atau Februari.
4. Menandai shio baru
Tahun Baru Imlek sekaligus menandai dimulainya shio baru dari 12 shio yang ada. Untuk tahun 2018, shio yang akan datang adalah anjing. Lebih detilnya adalah shio anjing tanah.
5. Perayaan berlangsung 15 hari
Umumnya perayaan Tahun Baru Imlek selalu berlangsung 15 hari dan berakhir pada momen perayaan Cap Go Meh atau Festival Lentera di negara asalnya. Di Indonesia, Cap Go Meh juga menandai berakhirnya Imlek.
6. Sempat dilarang di China
Percaya atau tidak, perayaan Imlek sempat dilarang di China. Pada tahun 1912, ketika Republik China berdiri, namanya diganti jadi Festival Musim Semi dan tahun barunya mengikuti kalender Masehi. Banyak kaum intelektual kurang setuju.
Saat Partai Komunis China berkuasa tahun 1949, Imlek malah sempat dilarang sama sekali. Imlek dinilai berbau feodal dan berlandaskan agama, tidak cocok dengan semangat komunis yang atheis. Namun pelarangan itu hanya terjadi beberapa tahun saja.
7. Dirayakan di seluruh dunia
Tahun Baru Imlek selalu menjadi ajang perayaan terbesar bagi etnis Tionghoa, tidak hanya di negara asalnya tapi juga di seluruh dunia.
Sejumlah negara dengan etnis Tionghoa seperti Taiwan, Vietnam, Singapura dan sejumlah kota dunia yang memiliki Pecinan tidak akan ketinggalan untuk merayakannya.
8. Momen libur panjang
Bagi masyarakat China, momen Tahun Baru Imlek juga sekaligus jadi waktu libur panjang. Umumnya pekerja di China akan mendapat 7-12 hari libur. Sedangkan bagi pelajar, biasanya akan mendapat libur hingga 1 bulan.
Momen itu pun dimanfaatkan oleh mayoritas masyarakat China untuk pulang kampung ke daerah asal dan merayakan bareng keluarga. Persis seperti musim mudik Lebaran kalau di Indonesia.
9. Pesta kembang api
Tahun Baru Imlek juga ditandai dengan pesta kembang api. Di China, pertunjukan pesta kembang api terbesar dapat disaksikan saat Tahun Baru Imlek.
10. Serba merah
Momen Tahun Baru Imlek juga akan ditandai dengan warna merah yang hadir dalam berbagai wujud. Contohnya warna lentera, kertas, pakaian hingga lampu jalan, semuanya serba merah.
Dalam budaya China, warna merah diidentikkan sebagai simbol kebahagiaan, kesehatan dan kemakmuran. Warna merah juga dipercaya dapat menangkal roh jahat dan mendatangkan keberuntungan.



Tidak ada komentar: